Hari ini keluarga kami memborong “sakit”. Saya jatuh sakit, tulang ngilu semua. Sama dengan gejala yang saya alami beberapa waktu lalu. Kemarin sempat mencoba untuk chek up, tapi hasilnya nihil. Entah sakit apa, dokter pun tidak tahu.
Dan pagi ini, anak kami demam tinggi. Gundah rasa hati kami.Kalau boleh meminta,
cukup kami sajalah yang sakit, jangan anak kami. Tapi mau gimana lagi, kami tidak bisa memilih.
Sering kami mendengar, sakit adalah ujian dari Allah. Dengan sakit, tergugurlah sebagian dosa-dosa, dan lain sebagainya yang inti sebenar kami rasakan bahwa “Sakit itu perlu”.
Sakit/musibah menjadi ujian bagi orang-orang yang beriman. Banyak orang yang ngaku-aku beriman, tapi belum tentu sungguh-sungguh beriman. Makanya Allah menguji mereka
Sebab, seorang yang mengaku beriman kepada Allah belum tentu sungguh-sungguh beriman. Maka Allah uji mereka dengan musibah. Jika mereka tetap sabar di jalan Allah, berarti mereka itulah orang yang sungguh beriman dan Allah akan menaikkan derajatnya sekaligus menghapus sebagian dosa-dosanya melalui musibah ini. Mereka akan mendapat kabar gembira berupa surga dan kenikmatan-kenikmatan yang ada di dalamnya.
Yang jadi pertanyaan kami, apakah kami masuk golongan ini.
Apakah kami pantas mengatakan bahwa kami sedang di uji oleh Allah? Jangan-jangan sakit ini adalah laknat bagi kami.
Duh Gusti, ampunilah kami.
Hary